Kliping ku
Tahapan Asam Urat
Tahapan penyakit asam urat – Tahapan penyakit asam urat atau gout itu terdiri atas empat tahapan yaitu:
1. Tahapan pertama disebut sebagai tahap asimtomatik. Tahap ini merupakan tahap stadium awal. Kadar asam darah meningkat tapi tidak menimbulkan gejala. Selanjutnya, encok menyebabkan tekanan darah tinggi atau sakit punggung berat.
2. Tahap kedua adalah tahapan akut. Pada tahapan ini, serangan akut pertama datang tiba-tiba dan cepat memuncak. Umumnya serangan pertama kali terjadi pada tengah malam atau menjelang pagi. Serangan itu berupa rasa nyeri yang hebat pada pangkal ibu jari kaki. Rasa nyeri ini timbul secara mendadak dan didahului oleh keluhan lain. Rasa nyeri ini begitu hebat sehingga bila bagian yang sakit tersentuh selimut saja, maka akan terasa sakit sekali. Rasa nyeri tersebut mencapai puncaknya dalam waktu 24 jam dan perlahan-lahan akan sembuh spontan dan menghilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu.
3. Tahapan ketiga disebut sebagai tahap interkritikal. Pada tahap ini, penderita dapat kembali bergerak normal serta melakukan berbagai aktivitas seperti olah raga tanpa rasa sakit sama sekali. Kalau rasa nyeri pada serangan pertama itu hilang bukan berarti penyakit itu sembuh total, biasanya beberapa tahun kemudian akan ada serangan kedua.
4. Dan, tahapan keempat sebagai tahapan terakhir disebut sebagai tahap kronik. Tahapan ini terjadi bila penyakit diabaikan sehingga menjadi akut.
Di pihak lain, Dr. Suryo Wibowo, membagi tahapan penyakit asam urat ini ke dalam tiga tahapan. Sebenarnya pengelompokan ini sama halnya dengan pengelompokan di atas. Hanya saja dalam pengelompokan ini, Dr. Suryo Wibowo tidak memasukkan tahapan pertama, yaitu tahapan asimtomatik, sebagai bagian dari tahapan serangan asam urat. Tetapi, ia langsung memasukkan akut sebagai tahapan pertama.
Menurut Dr. Suryo Wibowo, tahap pertama, penderita akan masuk pada tahapan yang disebut sebagai tahapan arthritis gout akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan arthritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5-7 hari. Karena cepat menghilang, maka penderita sering menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit gout dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan. Bahkan, dokter yang mengobati kadang-kadang tidak menduga penderita terserang penyakit gout. Karena, serangan pertama kali ini waktunya singkat dan sembuh sendiri, penderita sering berobat ke tukang urut dan waktu sembuh, menyangka hal itu disebabkan hasil urutan atau pijatan. Padahal, tanpa diobati atau diurut pun serangan pertama kali ini akan hilang sendiri.
Fase Asam Urat
Fase penyakit asam urat – Dalam buku Asam Urat (2009), Dr. Nyoman Kertia menjelaskan tiga tahapan secara lebih spesifik. Dalam konteks ini, Dr. Nyoman Kertia tidak mengatakan bahwa hal ini sebagai tahapan penyakit serangan penyakit asam urat, tetapi sebagai nama medis dari asam urat yang didasarkan atas fase penyakitnya. Dijelaskan lebih spesifik dan mudah diingat sehingga penjelasannya lebih mengena daripada penjelasan pada tahapan penyakit asam urat.
Menurut Dr. Nyoman Kertia, jika kadar asam urat dalam darah tinggi tetapi belum mempunyai keluhan, maka hal ini disebut sebagai hiperukurikemia asimtomatis. Jika terjadi serangan akut pada sendi, maka disebut penyakit pirai akut. Jika sesudah serangan akut kemudian untuk sementara tidak ada keluhan lagi maka disebut sebagai penyakit gout interkritikal. Jika penyakit ini menjadi kronis, maka disebut sebagai gout kronis. Jika penyakit ini bisa menyebabkan timbulnya batu pada saluran kencing atau ginjal, maka disebut penyakit batu urat. Jika asam urat ini merusak ginjal secara langsung maka disebut penyakit nefropati urat. Benjolan-benjolan yang mengandung kristal natrium urat berwarna putih seperti kapur biasanya timbul di sekitar sendi pada gout kronis. Benjolan-benjolan ini disebut tofus.
Tofus adalah timbunan asam urat yang berbentuk kapur di luar rongga sendi. Sebagaimana di atas, bahwa tofus ini bersifat benjolan dan terletak di sekitar sendi tetapi juga bisa terletak jauh dari sendi seperti daun telinga dan kelopak mata. Tofus pada umumnya terbentuk jika penyakit asam urat sudah berkali-kali kambuh. Dan, pemeriksaannya dapat kita lakukan melalui mikroskop di sebuah laboratorium. Melalui mikroskop tersebut, kita akan bisa mengetahui apakah kristal yang ada di dalam tofus itu asam urat ataukah bukan. Jika adalam pemeriksaan terdapat kristal monosodium urat, maka sudah bisa dipastikan bahwa benjolan-benjolan tersebut adalah tofus yang disebabkan oleh asam urat yang tinggi.
Tofus yang timbul tersebut harus diobati karena jika dibiarkan akan dapat menimbulkan masalah seperti infeksi di sekitar tafus, kerusakan sendi, tulang, dan jaringan penyangga sendi. Dan cara mengobatinya ialah kita bisa melakukannya dengan dua cara. Cara pertama ialah dengan cara menurunkan kadar asam urat darah dan cara lain ialah kita bisa melakukannya dengan cara medis alias operasi. Namun risikonya, luka atau bekas akibat operasi tersebut akan susah untuk sembuh karena ada gangguan dari kristal tersebut. Bahkan, yang lebih ironis lagi, bahwa meskipun tofus sudah dioperasi, ia bisa tumbuh kembali.
Jadi, ketika kita positif terserang penyakit asam urat ini, sebisa mungkin kita melakukan tindakan untuk menolong agar asam darah kita tetap stabil. Sebab, jika tidak dan sampai waktu yang lama, timbulnya benjolan-benjolan tersebut tidak bisa kita hindari. Kalau sudah terlalu lama menyerang kita, asam urat akan menimbulkan benjolan tersebut meskipun berbagai cara telah kita lakukan sebab dalam konteks ini pertolongan yang kita lakukan sudah terlambat. Kalau sudah terlambat seperti itu, kita sendiri yang akan menderita sebab benjolan-benjolan tersebut memang susah untuk dihilangkan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar